BREAKING Coverage Trip to Krakatoa Ends Mysteriously, 5 Journalists Lost Contact • SMAN 1 Panukanukan Teacher Becomes Suspect in Alleged Molestation of Students, Now Detained at Subang Police Headquarters • Not Just Solar, South Sulawesi Residents Face Crisis of Electricity, Clean Water up to 3 Kg LPG • TCL P80 Pro Officially Brings NxtPaper OLED Screen, Cell Phone That Can Be Transformed into an E-Reader • Antam Gold Price Today Wednesday 9 September 2026 Stable at IDR 2,627 million per gram BREAKING Coverage Trip to Krakatoa Ends Mysteriously, 5 Journalists Lost Contact • SMAN 1 Panukanukan Teacher Becomes Suspect in Alleged Molestation of Students, Now Detained at Subang Police Headquarters • Not Just Solar, South Sulawesi Residents Face Crisis of Electricity, Clean Water up to 3 Kg LPG • TCL P80 Pro Officially Brings NxtPaper OLED Screen, Cell Phone That Can Be Transformed into an E-Reader • Antam Gold Price Today Wednesday 9 September 2026 Stable at IDR 2,627 million per gram
Return

Will the Red and White Kopdes be overhauled? Signals from Purbaya Make the Public Even More Curious

🇺🇸 English — United States EN
Will the Red and White Kopdes be overhauled? Signals from Purbaya Make the Public Even More Curious
ZOAHARIAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal bahwa Presiden Prabowo Subianto kemungkinan akan melakukan perubahan besar terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Kamis (2/7). Dalam pernyataannya, ia menyebut program koperasi tersebut berpotensi mengalami evaluasi menyeluruh dari Presiden.

"Terus yang koperasi (Merah Putih) mungkin juga sebentar lagi akan diobrak-abrik oleh Bapak Presiden," ujar Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah merancang skema pendanaan besar untuk program tersebut. Dari total dana desa sebesar Rp60 triliun per tahun, sekitar Rp40 triliun dialokasikan untuk mencicil biaya pembangunan Kopdes Merah Putih selama enam tahun.

Menurut Purbaya, total anggaran program ini mencapai Rp240 triliun untuk mendukung pembangunan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.

"Dana Koperasi (Merah Putih) itu Rp240 triliun untuk 80 ribu koperasi. Itu untuk enam tahun. Saya bayar Rp40 triliun setiap tahun. Desain awal seperti itu," jelasnya.

Namun, dalam pelaksanaannya, Purbaya menilai ada sejumlah pihak yang mengambil langkah di luar rancangan awal tanpa sepengetahuan Presiden.

"Ada beberapa orang yang over kreatif. Bikin ini, bikin itu, bikin ini, yang sebetulnya enggak pernah diketahui Bapak Presiden, paling enggak saya. Itu akan dikendalikan," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan perubahan strategi. Target operasional Kopdes Merah Putih pada tahun ini dikabarkan turun dari 80 ribu menjadi 40 ribu titik.

Program ini juga sempat ramai disorot warganet. Sejumlah kritik muncul terkait lokasi pembangunan gedung koperasi yang dinilai terlalu jauh dari pemukiman warga dan kurang strategis.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai jumlah lokasi yang dipersoalkan sangat kecil jika dibandingkan dengan total pembangunan yang sedang berjalan.

Ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung dan menyebut titik yang dipermasalahkan jumlahnya tidak sampai sepuluh lokasi.

"Jumlahnya saya sudah hitung, coba bisa disebutin enggak? Kurang dari 10 dari yang sering kita baca di sosial media," ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (2/7).

Ferry menegaskan bahwa penentuan lokasi Kopdes Merah Putih tidak diputuskan secara sepihak oleh pemerintah pusat. Menurutnya, pemilihan lokasi telah melalui proses musyawarah yang melibatkan masyarakat desa dan kepala desa setempat

Comment (0)

No comments yet. Be the first!

Leave a Comment

Link copied to clipboard!