BREAKING Gol Telat Mikel Merino Bikin Belgia Tersungkur! Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026 • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi! Tembus Rp2.655.000 per Gram, Buyback Ikut Menguat • Publik Dibuat Kaget! Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri dari Jampidsus, Ini Penjelasan Kejagung • BBM Subsidi Kini Wajib Lunas Pajak? Pertamina Buka Suara • Buka Suara di Tengah Badai Isu! Klarifikasi Jampidsus Febrie Adriansyah yang Akhirnya Bongkar Fakta BREAKING Gol Telat Mikel Merino Bikin Belgia Tersungkur! Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026 • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi! Tembus Rp2.655.000 per Gram, Buyback Ikut Menguat • Publik Dibuat Kaget! Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri dari Jampidsus, Ini Penjelasan Kejagung • BBM Subsidi Kini Wajib Lunas Pajak? Pertamina Buka Suara • Buka Suara di Tengah Badai Isu! Klarifikasi Jampidsus Febrie Adriansyah yang Akhirnya Bongkar Fakta
Kembali

Subang Melesat! Dari Lahan Industri Biasa Menuju Rumah Baru Raksasa EV Dunia

Subang Melesat! Dari Lahan Industri Biasa Menuju Rumah Baru Raksasa EV Dunia
ZOAHARIAN.COM - Di tengah persaingan global merebut masa depan industri kendaraan listrik, sebuah perubahan besar sedang bergerak di Subang, Jawa Barat. Di balik aktivitas pembangunan dan deretan alat berat yang terus bekerja, sebuah cerita baru sedang ditulis — cerita tentang bagaimana satu kawasan industri perlahan berubah menjadi pusat pertumbuhan otomotif generasi baru Indonesia.



Di lokasi inilah BYD, salah satu produsen kendaraan listrik terbesar dunia, memilih membangun fasilitas manufaktur berskala besar di kawasan Subang Smartpolitan yang dikembangkan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui PT Suryacipta Swadaya.

Keputusan tersebut bukan datang tanpa alasan. Ketika perusahaan global memilih lokasi investasi, yang dicari bukan hanya lahan luas, melainkan ekosistem, konektivitas, serta potensi jangka panjang. Subang menawarkan kombinasi tersebut.

Pabrik BYD dibangun di atas lahan sekitar 108 hektare dengan nilai investasi mencapai sekitar US$1,3 miliar atau lebih dari Rp20 triliun. Nilai tersebut menempatkan proyek ini sebagai salah satu investasi kendaraan listrik terbesar yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Fasilitas manufaktur itu dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Angka tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya skala produksi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan terhadap Indonesia sebagai bagian penting dari rantai industri kendaraan listrik global.

Bagi SSIA, kehadiran BYD menjadi lebih dari sekadar masuknya penghuni baru kawasan industri. Kehadiran pemain global ini menjadi penanda bahwa kawasan industri masa depan tidak lagi hanya berbicara soal lokasi strategis, tetapi juga kemampuan menciptakan ekosistem industri yang saling terhubung.

Subang Smartpolitan sendiri dikembangkan dengan konsep kawasan industri modern yang menggabungkan teknologi, infrastruktur, serta pendekatan pembangunan berkelanjutan. Visi yang dibangun bukan sekadar menghadirkan tempat produksi, melainkan membentuk pusat aktivitas industri baru yang mampu mendukung perkembangan manufaktur masa depan.

Dampaknya diperkirakan tidak berhenti di area pabrik saja. Kehadiran proyek ini berpotensi menciptakan efek berantai ke berbagai sektor, mulai dari pemasok komponen, logistik, industri pendukung, hingga penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Saat banyak negara berlomba menarik investasi kendaraan listrik, Indonesia mulai memperlihatkan arah yang lebih jelas. Dan dari Subang, sinyal itu semakin terlihat.

Sebab yang sedang dibangun hari ini bukan hanya sebuah pabrik. Yang sedang dibangun adalah fondasi menuju era baru industri otomotif Indonesia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Tautan disalin ke clipboard!