BREAKING Coverage Trip to Krakatoa Ends Mysteriously, 5 Journalists Lost Contact • SMAN 1 Panukanukan Teacher Becomes Suspect in Alleged Molestation of Students, Now Detained at Subang Police Headquarters • Not Just Solar, South Sulawesi Residents Face Crisis of Electricity, Clean Water up to 3 Kg LPG • TCL P80 Pro Officially Brings NxtPaper OLED Screen, Cell Phone That Can Be Transformed into an E-Reader • Antam Gold Price Today Wednesday 9 September 2026 Stable at IDR 2,627 million per gram BREAKING Coverage Trip to Krakatoa Ends Mysteriously, 5 Journalists Lost Contact • SMAN 1 Panukanukan Teacher Becomes Suspect in Alleged Molestation of Students, Now Detained at Subang Police Headquarters • Not Just Solar, South Sulawesi Residents Face Crisis of Electricity, Clean Water up to 3 Kg LPG • TCL P80 Pro Officially Brings NxtPaper OLED Screen, Cell Phone That Can Be Transformed into an E-Reader • Antam Gold Price Today Wednesday 9 September 2026 Stable at IDR 2,627 million per gram
Return

Seven Iranian Soldiers Killed in US Missile Attack, Tehran Threatens Reply

🇺🇸 English — United States EN
Seven Iranian Soldiers Killed in US Missile Attack, Tehran Threatens Reply
ZOAHARIAN.COM - Sedikitnya tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah serangan rudal Amerika Serikat menghantam sebuah barak militer di Kota Bampur, dekat Iranshahr, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran tenggara, pada Rabu (15/7) dini hari waktu setempat.

Menurut pernyataan Angkatan Darat Iran yang dikutip kantor berita resmi IRNA, sebanyak 13 rudal menghantam kompleks militer tersebut. Serangan itu disebut menyasar fasilitas akomodasi, wisma tamu, serta pos penjagaan dalam upaya menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin.

Militer Iran menyatakan tujuh prajurit yang tewas merupakan anggota Brigade Iranshahr ke-388. Sejumlah personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan medis.

Di sisi lain, pemerintah Iran mengungkapkan bahwa korban sipil juga terus bertambah akibat gelombang serangan terbaru Amerika Serikat. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, melalui akun media sosial X menyatakan lebih dari 30 warga sipil meninggal dunia dalam serangan yang menargetkan wilayah selatan Iran dalam beberapa hari terakhir.

"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," tulis Mohajerani tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi maupun waktu kejadian.

Situasi keamanan di kawasan dilaporkan semakin memburuk setelah pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut di sejumlah pelabuhan Iran. Langkah tersebut terjadi setelah gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 17 Juni dilaporkan runtuh, sementara ketegangan antara kedua negara kembali berpusat pada perebutan kendali atas Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (14/7) mengatakan bahwa Washington akan memperluas serangan terhadap Iran pada pekan depan dengan menargetkan infrastruktur strategis, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, apabila Teheran tidak mencapai kesepakatan.

Menanggapi serangan tersebut, militer Iran mengutuk apa yang disebut sebagai "serangan pengecut" terhadap fasilitas akomodasi militer dan menegaskan akan memberikan respons.

"Pembalasan atas darah suci para martir ini pasti dan akan segera terjadi, dan Tentara Republik Islam Iran, dengan bantuan Tuhan dan dukungan dari angkatan bersenjata lainnya, akan memberikan respons yang tegas terhadap tindakan agresif musuh Amerika ini," demikian pernyataan militer Iran sebagaimana dikutip Turkiye Today.

Serangan terbaru ini menandai kembali meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran. Kedua negara terus terlibat aksi saling serang meski sebelumnya sempat menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dimediasi Pakistan dengan tujuan meredakan konflik.

Comment (0)

No comments yet. Be the first!

Leave a Comment

Link copied to clipboard!