BREAKING Coverage Trip to Krakatoa Ends Mysteriously, 5 Journalists Lost Contact • SMAN 1 Panukanukan Teacher Becomes Suspect in Alleged Molestation of Students, Now Detained at Subang Police Headquarters • Not Just Solar, South Sulawesi Residents Face Crisis of Electricity, Clean Water up to 3 Kg LPG • TCL P80 Pro Officially Brings NxtPaper OLED Screen, Cell Phone That Can Be Transformed into an E-Reader • Antam Gold Price Today Wednesday 9 September 2026 Stable at IDR 2,627 million per gram BREAKING Coverage Trip to Krakatoa Ends Mysteriously, 5 Journalists Lost Contact • SMAN 1 Panukanukan Teacher Becomes Suspect in Alleged Molestation of Students, Now Detained at Subang Police Headquarters • Not Just Solar, South Sulawesi Residents Face Crisis of Electricity, Clean Water up to 3 Kg LPG • TCL P80 Pro Officially Brings NxtPaper OLED Screen, Cell Phone That Can Be Transformed into an E-Reader • Antam Gold Price Today Wednesday 9 September 2026 Stable at IDR 2,627 million per gram
Return

Many Swiss Citizens Are Leaving Churches, Taxes Are One of the Triggers

🇺🇸 English — United States EN
Many Swiss Citizens Are Leaving Churches, Taxes Are One of the Triggers
ZOAHARIAN.COM - Warga Swiss beramai-ramai meninggalkan keanggotaan gereja dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang diduga mendorong fenomena tersebut adalah kewajiban membayar pajak gereja yang berlaku di sejumlah wilayah negara itu.

Pajak gereja dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara. Besaran pungutan berbeda-beda di setiap kanton atau provinsi, dengan kisaran sekitar 1%-3% dari pendapatan.

Bagi warga yang ingin terbebas dari pungutan tersebut, salah satu caranya adalah mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan gereja. Mekanisme ini disebut turut mendorong meningkatnya jumlah warga Swiss yang secara resmi meninggalkan institusi keagamaan.

Mengutip media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang meninggalkan Gereja Katolik di Swiss sepanjang 2023. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, sekitar 39.517 orang juga tercatat keluar dari Gereja Protestan.

Jika digabungkan, hampir 107.000 orang meninggalkan gereja di Swiss sepanjang 2023.

Data Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan Basel-Stadt menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5%.

Basel-Stadt memiliki mekanisme yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja sehingga mereka tidak lagi dikenakan pajak gereja. Menurut laporan Religion Watch, tingkat warga yang meninggalkan gereja cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pungutan tersebut.

Namun, pajak gereja bukan satu-satunya alasan di balik meningkatnya angka pengunduran diri. Fenomena sekularisasi dan sejumlah skandal yang melibatkan lingkungan gereja juga disebut ikut mendorong warga menjauh dari institusi keagamaan.

Perubahan tersebut terlihat dari data demografis Swiss. Sekitar 34% penduduk Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis pada 2022. Angka itu menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Swiss memang semakin menjauh dari agama.

Dengan demikian, tren warga meninggalkan gereja di Swiss tidak semata-mata dapat dikaitkan dengan persoalan pajak. Kewajiban finansial tersebut menjadi salah satu faktor, sementara perubahan pandangan masyarakat terhadap agama dan institusi keagamaan turut memainkan peran dalam meningkatnya angka pengunduran diri

#Swiss #Gereja #PajakGereja #GerejaKatolik #GerejaProtestan #Sekularisasi #Agama #WargaSwiss #SwissNews #BeritaDunia #BeritaInternasional #Eropa #Katolik #Protestan #Ateis #Pajak #FenomenaSosial #Internasional

Comment (0)

No comments yet. Be the first!

Leave a Comment

Link copied to clipboard!